Translate

Selasa, 16 Desember 2014

DISKUSI ZAT PENGATUR TUMBUH

1.      Bagaimana pengaruh ZPT terhadap perkecambahan biji?
Pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap perkecambahan, antara lain auksin yang berfungsi mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji.  Giberelin berfungsi memacu proses perkecambahan biji. Salah satu efek giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan atau perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.  Serta sitokinin yang berfungsi dalam pematahan dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau berkecambah) pada biji-bijian tanaman.

2.      Apakah terdapat perbedaan hasil perkecambahan pada berbagai perlakuan? Mengapa?
Ada. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, pertama perbedaan fungsi fisiologis dari hormon tidak sama karena setiap hormon memiliki fungsi spesifikasi sendiri dan berbeda dengan hormon yang lain dalam mempengaruhi perkecambahan. Kedua, konsentrasi hormon yang diserap oleh biji tidak sama sehingga mempengaruhi juga dalam perkecambahan biji. Ketiga, kemampuan biji untuk tumbuh tidak sama. Keempat, faktor luar yang mempengaruhi perkecambahan diterima dalam jumlah tidak sama.

3.      Manakah dari perlakuan-perlakuan tersebut yang memberikan hasil optimal pada perkecambahan biji?
IAA (Indol Acetat Acid) yang termasuk hormon auksin berfungsi untuk merangsang pembesaran sel, sintesis DNA kromosom, serta pertumbuhan sepanjang aksis longitudinal tanaman memberikan hasil lebih optimal.
4.      Apa fungsi penempatan cawan petri di ruang gelap?
Penempatan cawan petri pada ruang gelap bertujuan agar kecambah cepat mengalami perkecambahan sehingga dapat mengetahui pertumbuhan yang terjadi.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan senyawa organik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan atau proses-proses fisiologi tanaman yang disintesis secara alami maupun buatan.
2.    Pengaruh zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap perkecambahan ialah merangsang proses perkecambahan biji dan mematahkan dormansi biji.

3.    Zat pengatur tumbuh terdiri dari beberapa jenis, antara lain auksin (IAA, IBA, NAA), giberelin, etilen, sitokinin, dan asam absisat (ABA).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar