Translate

Selasa, 11 Februari 2014

Pilihan Terakhir Lebih Mutakhir



Setiap orang pasti menginginkan pekerjaan yang terbaik bagi penghidupannya. Setelah bertahan dan memiliki pengalaman yang cukup maka ia berhak untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ini adalah hal yang dapat diterima secara wajar karena kebutuhan seseorang seiring dengan bertambahnya usia maka kemungkinan besar akan membutuhkan penghasilan yang memadai dan pasti per bulannya.
Pertanyaan sederhana yang muncul setelah itu adalah: “kalau lulus ingin jadi (bekerja) apa?”. Maklum sebagai seorang mahasiswa tingkat tiga memang sudah seharusnya menentukan pilihan untuk masa depan. Jawabannya, tentu saja bekerja untuk menggantikan beban orang tua dalam membiayai kehidupan mereka. Pemikiran ini sangat idealis bukan? Namun, itu saja tidak cukup untuk menjawab pertanyaan yang sederhana ini. Pertanyaan semacam itu harus dijawab dengan jawaban-jawaban yang lebih spesifik tentang cita-cita yang ingin dicapai. Hal itu agar memudahkan mencapai target dengan kemungkinan yang besar. Kalaupun tidak, pencapaiaan itu tidak akan jauh melenceng dari yang diharapkan.
Di era globalisasi seperti ini, mencari pekerjaan memang tidak mudah atau terbilang sulit jika tidak diimbangi dengan kemampuan lebih atau berkompeten di bidangnya. Karena seiring dengan perkembangan zaman persaingan antar individu juga semakin berat dan dibutuhkan banyak perjuangan dan pengorbanan, baik itu energi, materi maupun mental. Kadang juga untuk mendapatkan jabatan yang diinginkan berbagai cara yang tidak dibenarkan dilakukan sebagai jalan pintas seperti praktik penipuan sampai dengan penyuapan. Lalu, jika semua cara sudah dilakukan tetapi hasil tetap nihil, apa solusinya?
Inilah jawabannya. Kebanyakan orang lebih memilih menjadi pekerja atau bahasa kerennya eksekutif. Alasannya kerap sangat klasik dan sederhana, “nggak mau repot”, “nggak punya modal”, atau “takut gagal”. Menariknya, orang-orang yang beralasan seperti itu kebanyakan belum pernah mencoba sama sekali terjun ke dunia bisnis atau menjadi pengusaha mandiri. Atau biasanya mereka baru mencoba satu atau dua kali dan belum mendapatkan hasil seperti yang diharapkan mereka putus asa dan memilih untuk menghentikan usahanya.
Padahal, mencoba menjadi pengusaha atau enterpreneur merupakan sesuatu yang mengasyikkan meski itu harus menjadi pilihan terakhir. Tentu saja, jadilah seorang pengusaha muda yang smart dan profesional. Jangan pernah berpikir untuk menjadi pengusaha “HITAM”, maksudnya seperti menempuh jalan pintas yang tidak halal, misalnya korupsi, kolusi dan suap. Hampir bisa dipastikan, semua pengusaha yang mempunyai karakter seperti itu akan menjadi pengusaha yang akan menuai kesuksesan.
Menjadi pengusaha mempunyai banyak kelebihan yang tidak didapat dari profesi lain. Pertama, sukses atau tidaknya suatu usaha ditentukan dari kemampuan diri dan usaha yang dilakukan. Sesuatu yang dibangun dengan tekad tinggi yang tinggi dan kerja keras akan membuahkan hasil yang manis di kemudian hari. Sebaliknya jika dilakukan dengan setengah-setengah maka hanya sedikit yang diperoleh. Kedua, menjadi pengusaha akan secara otomatis menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain. Hal ini berkaitan dengan perkembangan usaha yang digelutinya. Semakin maju suatu usaha maka membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk menyokong usaha tersebut. Ketiga, seorang pengusaha mempunyai kebebasan untuk mengarahkan dan mengembangkan usahanya sampai selebar-lebarnya tanpa ada batasan. Keempat, fleksibilitas waktu kerja. Artinya, tidak terikat peraturan yang mengharuskan bekerja pada waktu-waktu tertentu. Fleksibilitas waktu kerja dalam berwirausaha membuat lebih leluasa dalam mengejar target bisnis. Juga dapat mengalokasikan waktu untuk keluarga, diri sendiri, dan bersosialisasi.
Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke dalam dunia kerja sesuai minat dan bakat. Namun, kadangkala nasib mengatakan lain. Maka cara tepat untuk mengatasinya adalah menciptakan kreativitas masing-masing tanpa mengikuti alur atau tradisi masyarakat yang beranggapan bahwa berwirausaha itu tidak ada jaminan dapat penghasilan besar dan tidak keren. Itu salah. Karena dalam kenyataannya banyak pengusaha yang namanya besar karena usaha yang dibangun mulai dari bawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar