Translate

Minggu, 05 Januari 2014

STRUKTUR TUBUH DAN SISTEM ORGAN CRUSTACEA




Crustacea adalah Arthopoda yang sebagian besar hidup di laut dan bernafas dengan insang. Tubuhnya terbagi dalam kepala (cephalin), dada (thorax) dan perut (abdomen). Kepala dan dada bergabung membentuk kepala-dada (cephalothorax; Yunani: cephale=kepala; thorax=bagian tengah tubuh atau dada). Kepalanya biasanya terdiri dari lima ruas yang tergabung menjadi satu. Mereka mempunyai dua pasang antena, sepasang mandibulla atau rahang dan dua pasang maksila (maxilla). Dada mempunyai bagian dada yang bentuknya berbeda-beda. Beberapa di antaranya digunakan untuk berjalan. Ruas abdomen biasanya sempit dan lebih mudah bergerak daripada kepala dan dada. Ruas-ruas tersebut mempunyai bagian yang ukurannya sering mengecil.



a.    Struktur Tubuh

Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:
1.  dua pasang antenna
2.  satu pasang mandibulla, untuk menggigit mangsanya
3.  satu pasang maksilla
4.  satu pasang maksiliped
Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.

b.   Sistem Organ
Sistem Pencernaan

Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Sisa metabolisme akan diekskresikan melalui sel api. Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala-dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.

Sistem Saraf

Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statosista (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.


Sistem Respirasi

Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

Sistem Kardiovaskular

Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah. O2 masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan CO2 berdifusi dengan arah berlawanan.

Sistem Reproduksi

Alat reproduksi pada umumnya terpisah sehingga disebut bersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan berlangsung di dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Selain reproduksi seksual, Crustacea dapat pula melakukan parthenogenesis, yaitu menghasilkan individu baru yang steril tanpa melalui pembuahan.

Dalam pertumbuhannya, Crustacea mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Crustacea dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan Crustacea yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu Crustacea mampu melakukan autotomi. Misalnya: udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar